Bagaimana Aku Bisa Menjadi Penulis Novel
Aku tidak pernah benar-benar merencanakan akan menjadi penulis.
Semua bermula dari kebiasaan kecil—menulis apa saja yang aku rasakan.
Kadang hanya beberapa kalimat. Kadang panjang tanpa arah.
Tidak ada target.
Tidak ada yang membaca.
Hanya aku, dan kata-kata yang terasa lebih mudah keluar daripada diucapkan.
Seiring waktu, aku mulai menulis cerita.
Awalnya sederhana.
Tidak sempurna.
Bahkan sering kali berhenti di tengah jalan.
Tapi aku selalu kembali.
Bukan karena aku yakin tulisanku bagus.
Tapi karena menulis selalu terasa seperti tempat yang bisa aku pulangi.
Aku menulis saat aku bingung.
Aku menulis saat aku lelah.
Aku menulis saat aku tidak tahu harus melakukan apa lagi.
Dan dari situ, tanpa aku sadari… aku mulai menjadi penulis.
Bukan karena aku hebat.
Tapi karena aku tidak berhenti.
Sekarang, aku mulai mencoba membagikan ceritaku.
Cerita-cerita yang aku tulis pelan-pelan, di antara keraguan, dan di tengah proses belajar yang belum selesai.
Beberapa di antaranya sudah aku kumpulkan dalam bentuk karya yang bisa dibaca.
Kalau kamu penasaran dengan cerita yang aku tulis,
aku menyimpannya di sini:
Aku tidak tahu sejauh apa aku akan berjalan.
Tapi untuk sekarang, aku hanya ingin terus menulis.
Pelan-pelan.
Dengan caraku sendiri.
Komentar
Posting Komentar