Prurigo? Tapi aku ingin naik berat badan!

Ada masa di mana aku merasa tubuhku seperti berjalan ke arah yang berlawanan dengan yang aku inginkan.

Saat orang lain ingin menurunkan berat badan, aku justru berusaha keras untuk menaikkannya.

Tapi itu tidak sesederhana makan lebih banyak.

Apalagi ketika aku juga harus berhadapan dengan kondisi kulit seperti prurigo.

Tidak semua makanan terasa “aman”.

Tidak semua kondisi tubuh mendukung.

Dan jujur saja, ada masa di mana aku merasa lelah mencoba.

Berat badan sulit naik, sementara tubuh juga sedang tidak baik-baik saja.

Kadang muncul pikiran: “Kenapa sesulit ini?”

Aku sudah mencoba berbagai cara. Makan lebih banyak, mencoba pola tertentu, bahkan memaksakan diri di beberapa hari.

Tapi hasilnya tidak selalu sesuai harapan.

Sampai akhirnya aku mulai mengubah cara pandangku.

Aku berhenti memaksa. Mulai lebih memperhatikan apa yang benar-benar cocok untuk tubuhku. Apa yang membuatku nyaman, bukan hanya sekadar “katanya bagus”.

Pelan-pelan, aku menemukan pola yang lebih sesuai.

Bukan cara instan. Bukan juga yang langsung terlihat hasilnya.

Tapi cukup untuk membuat tubuhku mulai merespon.

Dan yang lebih penting—aku tidak lagi merasa melawan diriku sendiri.

Karena perjalanan ini cukup panjang dan tidak semua orang membicarakannya, akhirnya aku menuliskan semuanya secara lebih lengkap.

Tentang bagaimana aku mencoba menaikkan berat badan di tengah kondisi kulit yang sensitif, apa saja yang aku lakukan, dan hal-hal yang ternyata tidak cocok untukku.

Kalau kamu juga sedang berada di posisi yang sama, mungkin ini bisa jadi salah satu referensi untukmu.

👉 Kamu bisa lihat di sini:

🔗http://lynk.id/aqueentan/35pw3g29yzz9/checkout

Tidak harus cepat. Tidak harus sempurna.

Yang penting, kamu tetap mencoba dengan cara yang lebih memahami dirimu sendiri.

Pelan-pelan saja, tubuhmu juga sedang belajar 🌿

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Nyaman & Cerdas di Era Modern: Tren Hunian Kost dan Tips Memilih Tempat Tinggal Ideal untuk Mahasiswa & Pekerja Muda Oleh: Intan Tania

Mandiri Itu Bukan Berarti Sendiri

Dear Diary: Tentang Luka yang Tidak Pernah Aku Ceritakan